Kamis, 20 September 2018

Normalisasi Database Penjualan

Definisi
Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel-tabel  untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi.

Tujuan dari normalisasi


          1)    Untuk menghilangkan kerangkapan data
          2)    Untuk mengurangi kompleksitas
          3)    Untuk mempermudah pemodifikasian data

Proses Normalisasi
  • Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya  dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.
  • Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu, maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.

Tahapan  Normalisasi



     1)  Bentuk Tidak Normal   (Unnormal)

Membentuk tabel menjadi Un-Normalized, dengan mencantumkan semua field data yang ada.


     2)    Bentuk Normal Pertama (1NF)

Membentuk Normal Kesatu (1 NF) dengan flat table memisahkan data pada field-field yang tepat bernilai atomik, dan melengkapi atribut/ field yg ada.



        
bentuk Normal Kesatu ini mempunyai banyak kelemahan diantaranya yaitu :
Penyisipan data      : Kode pelanggan dan Nama pelanggan tidak bisa ditambahkan tanpa adanya transaksi penjualan.
Penghapusan data : Jika salah satu record dihapus maka semua data yang ada di   situ akan terhapus.
Pengubahan data   : Data pelanggan ditulis berkali-kali (Kode dan Nama). Jika suatu   saat terjadi perubahan Nama pelanggan maka harus mengganti semua record yang ada data supliernya. Bila tidak maka akan terjadi inkonsistensi

     3)    Bentuk Normal Kedua (2NF)

Langkah berikutnya adalah membentuk data menjadi bentuk normal kedua (2NF), dengan menentukan Primary key. Dari contoh diatas Primary key(*) adalah :

º Nomer Faktur
º Kode Pelanggan
º Kode Barang

    Selanjutnya adalah mengelompokan field non kunci dengan Primary key berdasarkan ketergantungan Fungsional menghasilkan :

     4)  Bentuk Normal Ketiga (3NF)


Bentuk normal ketiga mempunyai syarat, setiap relasi tidak mempunyai atribut yang bergantung transitif, harus bergantung penuh pada kunci utama dan harus memenuhi bentuk normal kedua (2 NF).

Untuk memenuhi bentuk normal ketiga (3 NF), maka pada relasi/tabel faktur harus didekomposisi (dipecah) lagi menjadi dua relasi/tabel yaitu relasi/tabel faktur dan relasi/tabel transaksi_barang, sehingga hasilnya adalah sebagai berikut ini