(SUDANA NASRUDIN/161021450197/ERESHA/05TPLE003)
Assallamuallaikum
wr.wb
Kali ini saya akan
memaparkan beberaapa tugas Pengantar Bahasa dan Otomata yang mesin moore
Mesin Moore
Suatu keterbatasan dari finite state automata yang sudah kita pelajari selama ini keputusannya
terbatas pada diterima atau ditolak. otomata tersebut biasa disebut sebagai accepter, dalam hal ini finite state accepter. Kita bisa mengkonstruksi sebuah finite state automata yang memiliki keputusan beberapa keluaran/output, dalam hal ini otomata
tersebut
akan dikenal
sebagai
transducer.
Pada mesin Moore, output akan berasosiasi dengan state. Mesin Moore didefinisikan dalam 6 (enam) tupel, M = (Q, S,
d, S, ∆,λ), dimana:
Q = himpunan state
∑ = himpunan symbol input
δ= fungsi transisi
S = state awal, S∈ Q
∆ = himpunan output
λ= fungsi output untuk setiap state
*Perhatikan: komponen
state
Final
dari Deterministic Finite
Automata dihilangkan, karena disini keputusan dimunculkan sebagai output.
Kita lihat
contoh penerapan dari Mesin Moore. Misal kita ingin memperoleh sisa pembagian (modulus) suatu bilangan dengan 6. Dimana input dinyatakan dalam biner.
Mesin Moore yang bersesuaian bisa dilihat pada gambar yg
diatas. Konfigurasi mesin sebagai berikut:
Q = {q0,q1,q2,q3,q4,q5}
∑ = {0,1} (input dalam biner)
∆ = {0,1,2,3,4,5} (untuk output-nya pada kasus mod dengan 6 maka sisanya kemungkinan adalah (0,1,2,3,4,5)
S = q0
λ (q0) = 0
λ (q1) =1
λ (q2) =2
λ (q3) =3
λ (q4) =4
λ (q5) =5
δ
|
0
|
1
|
Q0
|
Q0
|
Q1
|
Q1
|
Q2
|
Q3
|
Q2
|
Q4
|
Q5
|
Q3
|
Q0
|
Q1
|
Q4
|
Q2
|
Q3
|
Q5
|
Q4
|
Q5
|
Misalkan saja
Decimal |
mod
|
sisa bagi
|
binary
|
7
|
6
|
1
|
1
|
8
|
6
|
2
|
10
|
9
|
6
|
3
|
11
|
10
|
6
|
4
|
100
|
11
|
6
|
5
|
101
|
12
|
6
|
0
|
0
|
13
|
6
|
1
|
1
|
14
|
6
|
2
|
10
|
Hasil test step by state Run
Berikut hasil
running awal yang saya input.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar